EMPAT PULUH LIMA

1790 Kata

Seharusnya Naraya tahu cepat atau lambat, Adji pasti bakal mengajukan diri lagi ke dia. Dan seharusnya Naraya senang karena belakangan ini dia juga akhirnya menyadari bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama dengan Adji. “Nay, lo mau kan jadi pacar gue?” Namun bagaimanapun, pertanyaan itu tetap membuat Naraya tercekat. Bukan karena tidak suka, bukan. Dia sadar kalau dia juga menyukai Adji. Akan tetapi, satu sisi, Naraya ingin menjadi sosok yang rasional yang mengedepankan logika bukan perasaan semata. Dia bergeming. “Kali ini pertanyaan, Nay. Bukan pernyataan,” tutur Adji mantap. Cowok itu bahkan menggenggam kedua tangan Naraya. “Gue mau lo jadi pacar gue. Lo mau ‘kan jadi pacar gue?” Naraya menatap pertautan tangan itu lalu naik ke muka Adji. Dia tidak habis pikir mengapa Adji masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN