Chapter 18

1225 Kata

Munafik jika aku bilang tidak senang ketika melewati waktu berdua dengan Raka di sisa hari ini. Tapi di sisi lain, rasa bersalah karena berbohong pada Galih dan menyembunyikan fakta kalau aku bertemu, ah bukan sekadar bertemu tapi hari ini aku malah jalan dengan Raka. Sesuatu yang bisa saja orang sebut sebagai perselingkuhan. Raka kembali menjadi Raka yang dulu, Raka yang menjadi sahabatku dan dengan suka rela menemaniku ke mana pun aku pergi. Itu dulu, terjadi ketika kami masih duduk di bangku SMA. Dan hari ini, Raka telah kembali. "Kamu pasti sering ke Palembang?" tebakku, ketika kami baru saja sampai di hotel malam harinya. Tadi siang sehabis makan pempek, Raka mengajakku pergi ke tempat wisata alam Punti Kayu. Wisata Alam Punti Kayu adalah sebuah taman atau hutan wisata dan rekreas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN