AUTHOR Mata yang terpejam itu kini memicing dengan dahi berkerut. Mencoba melawan cahaya lampu yang masuk ke retinanya. Telinganya yang masih berfungsi dengan baik, mendengar suara isakan lirih. Ia menoleh walaupun lehernya seakan mati rasa. "Rain...," rintihnya lemah. Raka meringis, merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Ia berusaha bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki. Ada seseorang yang membutuhkannya, membutuhkan dekapannya. Ternyata ia lemah, untuk berdiri saja susah. Namun Raka tak kehabisan akal. Ia menyeret tubuhnya menggunakan tangan yang menjadi tumpuannya. Sedikit demi sedikit, Raka mendekati Raina tanpa peduli dengan rasa sakit yang menyergap tubuhnya. "Rain..." Raka mengusap kaki Raina. Tubuh Raina terguncang, meski pelan tapi isakan tangisnya masih terdengar. "

