Chapter 14

1305 Kata

Hari ini mungkin akan menjadi awal dari segalanya. Setiap ada acara besar rumahku selalu disulap bak ballroom hotel. Tamu undangan sudah mulai memenuhi ruangan. Banyak kolega-kolega Ayah juga kolega ayahnya Galih yang hadir. Sementara aku hanya mengundang teman dekatku saja sewaktu kuliah dan sekolah. Galih lebih banyak tamu undangannya, teman sekolah, kuliah, dan teman satu profesinya. Termasuk Raka. Mau tidak mau aku harus mengakui kalau Raka dan Galih itu sangat akrab saat sekolah, bahkan Raka hanya akrab dengan segelintir orang saja. Sahabatnya yang kutahu hanya sesama anggota ekskul futsal. Galih, Erfan, Wisnu, Anwar, Fahmi dan Dipo. Mataku memanas saat sebuah cincin mungil melekat erat di jari manisku. Aku menatap Galih, lelaki itu melontarkan senyum manisnya untukku. Senyuman yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN