Chapter 24

1119 Kata

Dua Puluh Lima "Om." Suara Meti seakan berhenti di kerongkongannya, tak bisa berkata apa-apa lagi, di balik pintu yang ia buka, terlihat wajah yang sangat ia rindukan, wajah yang kini terlihat kuyu dan lelah. Meti segera berbalik namun Steve meraih lengan Meti. "Dengarkan aku, kita perlu bicara." Meti menepis tangan Steve tapi pegangan Steve di lengan Meti semakin erat. "Kalian perlu bicara, mama pulang dulu Steve, biar nanti kamu dijemput sopir ya? Kamu kurang sehat, bai Meti Sayang, Tante pulang dulu yah." Dominiq menutup pintu setelah mencium pipi Meti, membiarkan Steve dan Meti menyelesaikan masalah mereka. Meti berjalan mendahului Steve dan Steve menarik Meti ke dalam pelukannya, ia biarkan Meti memukuli dadanya berulang. "Benar kan kekhawatiranku? Aku nyesel cinta sama Om, aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN