Suasana yang sunyi di dalam mobil Rania hanya bisa terdiam, Fajar seperti orang yang sangat kusut dan tidak tahu harus berbicara apa di sisi lain dia masih merenungkan wajah Renata ketek secara tiba-tiba Fajar langsung mengajak Rania berbicara. "Rania, apa kau tadi berbicara kepada Renata?" Tanya Fajar kepada Rania. " Iya betul aku berbicara padanya di sisi lain aku melihat ada kesedihan di matanya, Aku berusaha membujuk Tetapi dia tetap bersikeras untuk tidak ikut dan ingin sendiri saja di rumah harapan dia tuh sangat membuat aku kecewa." Ucap Rania kepada Fajar. Rania menceritakan apa yang sedang dia bicarakan kepada Renata saat sebelum mereka pergi, wajar tertunduk dan dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi istri pertamanya itu. Keinginan yang nyata akan berbuah kan hasil yang s

