Kiano

1078 Kata

"Uda dapet ikannya kan?" Tanya Liam gemas pada Kiano. "Seneng?" tanyanya lagi. Kiano mengangguk sambil tersenyum hingga matanya yang kecil ikut menyipit seperti bulan sabit. "Makasih Daddy." Kiano mengatakannya seraya mencium pipi dan merangkulkan kedua tangannya pada leher Liam yang kokoh. Sedangkan Ayyana yang berada di belakang mereka berdua hanya mampu menghela napas panjang dengan raut penuh kepasrahan. Ayyana gemas pada Kiano dan juga jengkel pada suaminya. Selalu saja menuruti apa yang diminta Kiano. Belum ada beberapa jam meminta, Liam sudah memberikan apa yang diinginkan putranya. Padahal Liam sudah berjanji akan membelikannya besok. Ayyana benar-benar melarang suaminya untuk menuruti apa mau anaknya, hanya karena ia khawatir jika suatu saat mereka mengalami kesusahan, Kiano

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN