Deepest Heart

2237 Kata

Dalam kelabu, Liam menatap wanita yang dulu pernah ia sakiti dengan dalam, hingga mungkin mati pelan-pelan jika ia tak segera melepaskan dengan sebuah perpisahan. Wanita itu tersenyum hangat dengan lesung pipi yang mampu membuat hatinya yang kelabu berwarna merah jambu. "Ayyana," panggilnya dengan suara serak namun tetap terdengar lembut. "Apa kabar, Mas?" "Mas sedang tidak baik, Ayyana. Mas sakit. Di sini," tunjuknya pada d**a yang ia tutupi dengan baju putih panjang yang bersinar. "Jangan sakit, Mas! Jangan sakit ya? Kamu harus sehat, Mas. Masih ada banyak orang yang menyayangimu. Masih ada Kiano yang menantikanmu." Ayyana berkata dengan senyum yang berubah sendu. Menggeleng yakin, Liam menitikkan air mata yang sarat akan kepedihan. "Tapi kamu tidak lagi menungguku, Ay Benar kan?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN