Come Back?

2638 Kata

“Jangan sering pulang larut, Nak! Kamu juga perlu berkumpul dengan teman sebayamu dan berkencan,” nasehat Malya dengan lembut pada putra semata wayangnya. Liam tersenyum, “Iya, Mi.” Masih berdiri menatap putranya dengan mengenakan piyama bermodel kimono, Malya menghela napas dan berkata, “Kalau memang kamu lelah, ambi cuti saja! Mami lihat kamu sudah terlalu suntuk. Nikmati masa mudamu!” Liam mengangguk. “Sini peluk Mami!” Pintanya dengan sayang seraya merentangkan tangan untuk menyambut putranya yang belum membersihkan diri. Sejurus itu, Mami Liam menepuk punggung putranya. “Mami, Papi, Rayya, semuanya sayang sama kamu, Nak,” ucapnya dengan lembut. “Lupakan wanita yang bernama Isyana kalau memang diraih pun sudah tak bisa.” Jeda sejenak. “Belum tentu apa yang kita inginkan bisa kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN