PEMBALASAN TERAKHIR

1532 Kata

Malam itu seperti biasa setelah seisi rumah tertidur, Winarsih mengunci pintu kamarnya dan mulai duduk bersila. Seperti biasa ia berjalan keluar dari raganya. “Malam ini aku harus menghabisinya dan membuatnya hidup segan mati tak mau,” gumam Winarsih. Ia pun merapalkan matra yang ia tujukan kepada Toriq. Di tempat lain,Toriq yang sedang tertidur pulas tiba-tiba seperti melayang di udara dan ia merasa seperti Winarsih memangilnya, dan saa terbangun ia pun berteriak memanggil Winarsih membuat seisi rumahnya terbangun. “Winarsiiih! Winarsih! “ jeritnya. Sekar dan Kasani langsung bergegas menuju ke kamar putranya. Dan saat mereka masuk tampak Andini tengah menangis memegangi tubuh Toriq yang seperti kuda liar bergerak ke sana kemari sambil memanggil-manggil Winarsih. “Ini tidak beres,Pak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN