Part 23 Jelita mati-matian menahan isak tangisnya saat itu, setelah Kevin menuntaskan ceritanya. Gadis itu terluka sedalam luka di hati Kevin yang kehilangan ibu dan keluarganya. Keduanya sama terluka atas takdir yang tak memihak, waktu yang tak pernah mau bekerja sama. Atas takdir hidup masing-masing yang masih belum bisa diterima. Harusnya mereka bahagia sekarang. Hidup bersama dalam rasa saling mencintai. Kenapa waktu tega mengambil segalanya. Pertanyaan baru disertai rintihan pilu yang muncul di hati Jelita. “Kamu seharusnya mengatakan apa yang terjadi, bukan mengirimkan pesan konyol yang membuatku ingin mati.” Masih di bangku taman di belakang rumah sakit, Jelita menumpahkan tangis dan penyesalannya. “Aku bahkan tak bisa menjamin akan hidup setelah itu.” Kevin berkata lirih. Jel
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


