Bab 115 : Keputusan 8

1768 Kata

# Arruna mencoba untuk duduk, meskipun luka tembakan yang belum benar-benar sembuh membuatnya sedikit meringis setiap kali bergerak. “Jangan memaksakan diri Runa, kau boleh tetap berbaring,” ucap Syeni saat akhirnya Arruna bersedia menemuinya. Setelah polisi pulang, Arruna sama sekali tidak ingin menemui siapapun selama beberapa hari. Bahkan tidak ibu mereka dan anaknya sendiri. “Aku tidak apa-apa, sulit rasanya untuk berbicara dengan tetap berbaring,” ucap Arruna. Syeni mengambil tempat duduk di samping adiknya. “Sejak kapan?” tanya Syeni akhirnya. “Ingatanku?” Arruna balik bertanya. Syeni mengangguk. “Saat aku tertembak. Aku mengingat segalanya sesaat setelah aku tertembak dan semuanya menjadi semakin jelas saat aku sadar. Mendadak semua kepingan-kepingan ingatan yang hanya sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN