# Arruna memandangi taman bunga Amarilis yang berada di bawahnya. Kemudian dengan langkah gemetar ia mundur dan berusaha mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Bayangan itu begitu jelas dan nyata dalam pikirannya, seakan menghantuinya diam-diam. Ia yakin sekali, apa yang dialaminya dan membuatnya kehilangan ingatan seperti sekarang bukanlah sebuah kecelakaan, mustahil kalau ia sekedar terpeleset dan jatuh ke bawah. Ia ingat seseorang berusaha mencekiknya dan mendorongnya hingga terjatuh, hanya saja ia sama sekali tidak ingat dengan wajah orang itu. Ia hanya ingat kalau orang itu adalah seorang wanita karena rambutnya yang panjang. Tapi siapa? Ia bahkan tidak ingat siapapun juga dari masa lalunya kecuali orang-orang yang bertemu dengannya sebelum usianya sembilan belas tahun. Arruna

