# Mahendra menatap Arruna yang hanya diam sepanjang perjalanan pulang, sementara Gi tampaknya sudah tertidur di kursi belakang. Mahendra melirik Arruna berkali-kali. Setelah Arruna kembali ke rumah, ini pertama kalinya Arruna menunjukkan sikap seperti ini. Mahendra mengatupkan rahangnya kuat. Kemungkinan besar Lani sudah mengatakan hal-hal tidak masuk akal yang sudah ia larang kepada Arruna, jika tidak mana mungkin Arruna bersikap seperti ini kepadanya? Atau, mungkinkah ingatan Arruna sudah kembali? Tidak mungkin bukan? “Kau belum menjawab pertanyaanku,” ucap Mahendra pada akhirnya. “Apa?” tanya Arruna datar. “Kenapa kau tidak mengangkat panggilanku?” Mahendra kembali mengulang pertanyaannya. “Maaf,” jawab Arruna singkat. Ia bahkan tidak berniat untuk menjelaskan tindakannya. “Kau

