Bab 109 : Keputusan 2

1410 Kata

“Kau bisa menangis dan memohon maaf, tapi hati yang hancur tidak akan mudah untuk diperbaiki.” (Kichi Ang) # “Aku ingin keduanya…kau harus menyelamatkan keduanya…dok..ter!” Sontak seluruh mata kini memandang ke arah datangnya suara itu. Mahendra datang dengan kursi roda yang didorong oleh perawat, wajahnya masih terlihat pucat dan tampak seperti mayat hidup akibat pengaruh obat bius tapi nada suaranya terdengar tegas dan garang seperti singa sekarat yang tengah mengamuk. Inilah sisi dirinya yang tidak pernah di lihat oleh orang lain. Taka menatap Mahendra dengan tatapan tidak percaya. Mereka mungkin bergerombol di depan ruang IGD tapi bukan berarti tidak ada yang tahu kalau seharusnya Mahendra sekarang sedang menjalani operasi, bagaimana bisa pria itu kini berada disini? “Operasimu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN