# Mahendra menatap kakinya yang terluka dan mengetatkan rahangnya sendiri menahan rasa kesal. Kenapa harus di saat seperti ini? Ia bahkan belum sempat melihat atau bertemu dengan istrinya, sekarang dia harus seperti ini. "Kau tidak akan bisa menyelamatkan siapapun jika kau tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri." Mahendra berpaling dan melihat ibunya berdiri di depan pintu. "Aku tidak apa-apa. Ada kabar dari Pamanku tersayang? Apalagi yang dia inginkan? Aku yakin dia cukup senang melihatku dalam keadaan seperti ini." Mahendra mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya. Ia kesal dan marah, tidak hanya pada Pamannya, tapi juga pada dirinya sendiri. "Mama yang akan mengurusnya," ucap Nyonya Ayudia. "Bukan Mama yang Om Arya inginkan, tapi aku. Aku tidak tahu kenapa Om begitu membenciku, te

