Seolah buku yang baru saja di buka halaman awalnya, begitu pula logika bagi Celine. Dia mendapatkan seseorang yang mengarahkan dirinya. Tidak ada lagi kata sepi sendiri dalam kegelapan. Hari berikut akan dia lalui bersama seorang yang mengerti dan mengenalnya lebih dari apapun. Lyn Gion yang sudah berusaha keras mencari keberadaan Celine akhirnya dipertemukan kembali. Setelah sekian lama dia menanti kedatangan wanita itu, tatkala dia menunggu namun tidak ada yang mengunjunginya. Keduanya berucap syukur. Tanpa henti mereka berkata bahwa dunia mereka seakan dipenuhi lampu penerang. Terlalu buntu untuk berjalan, kini tidak lagi. Mereka bukan lagi angin yang berlayar searah dengan tiupan. "Kenapa kau bisa sampai di sini?" tanya Celine kebingungan dengan mata lebarnya. "Mungkin … shhh …

