Celine tidak bersemangat sama sekali, untuk menemui orang lain sangat berat baginya. Dia hanya memikirkan Darchen setiap hembusan nafasnya. Dia tidak b*******h dalam melangkah. Apalagi karena kejadian malam itu. Dia semakin merindukan pangeran tersebut. Tidak tahu pasti mengapa Darchen pergi begitu saja tanpa berpamitan khusus dengannya. Padahal Celine mengejarnya saat itu, tapi pangeran itu tidak berbalik dan hanya menoleh saja. Entah itu karena Darchen merasa bebas dari Celine atau karena terlalu berat meninggalkan wanita itu. Tidak tahu alasannya, tapi perpisahan tersebut begitu sakit baginya. Seharusnya Darchen mengucapkan sepatah kata pamit khusus untuknya, meski hanya sekedar bualan basa-basi. Namun dengan mudah dan ringan langkah, dia pergi. Celine juga merasa berkecil hati saa

