Jangan ikut campur

1199 Kata

BUGGGHHH... "Argghh." Aku mengerang kesakitan saat merasakan sebuah pukulan tepat mengenai sudut bibirku. Bahkan pukulan itu mampu menciptakan rasa asin di lidahku. Kuusap sudut bibirku. Jelas sekali di bagian itu robek dan mengeluarkan darah. Kutegapkan kembali tubuh yang sempat limbung. Lalu kutatap pria di hadapanku. Jujur, aku sangat marah karena mendapatkan pukulan tanpa aku tahu apa kesalahanku. Tapi aku menahan diri. "Assalamualaikum, Bang." Aku berusaha tetap ramah pada pria yang seperti cerminan diriku. Padahal jujur aku sangat marah mendapatkan serangan tiba-tiba seperti ini. "Waalaikum salam. Ikut gue!" Perintah Raynand dengan tatapan dingin seolah menahan emosi yang dalam. Sungguh aku ingin membalas pukulannya. Bisa saja aku membalas saat ini juga, tapi aku menahan diri. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN