Check in hotel

1636 Kata

"Rayyan, maafkan aku. Karena aku kamu harus terjebak dalam pernikahan ini," ucap Aurel merasa bersalah. Sungguh aku tak pernah menyesal menikahinya. Aku bahkan ingin membuatnya bahagia. Aku ingin dia sembuh dan membina rumah tangga denganku. Hingga suatu saat nanti kamu dikaruniai anak dan cucu. Aku sama sekali tak pernah berpikir akan menyudahi pernikahan ini. "Aurel," panggilku sambil membingkai wajahnya. "Hmmm." "Kau tau mengapa telapak kaki menghadap ke depan?" Tanyaku membuatnya berpikir. "Untuk keseimbangan tubuh mungkin." "Kau memang cerdas, Sayang. Tapi ada alasan yang lebih tepat." "Apa?" Tanya Aurel penasaran. "Telapak kaki diciptakan ke arah depan agar manusia selalu melangkah ke depan. Tidak terjerat dengan masa lalu. Karena masa lalu, memang seharusnya menjadi guru ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN