Author POV Liburan hampir berakhir. Hari-hari yang tadinya terasa terlalu panjang, kini justru berlari lebih cepat dari yang Bell sadari. Kalender di ponselnya sudah mulai terisi pengingat sekolah. Seragam yang sempat teronggok di sudut lemari kini dicuci dan disetrika. Sepatu yang lama tak dipakai kembali dibersihkan. Tapi ada satu hal yang tidak kembali seperti sebelum liburan. Hubungan Bell dan Arsen. Tidak ada peristiwa besar. Tidak ada pengakuan dramatis. Tidak ada janji apa pun. Namun sejak hari Bell mengunjungi rumah Arsen yang dingin dan terlalu sunyi, sesuatu berubah, dan perubahan itu tidak bisa ditarik kembali. Mereka menjadi dekat. Bukan dekat seperti sepasang kekasih, tapi cukup dekat unduk disebut sekadar teman sekolah. Lebih dalam dari sekadar saling menyapa. Ada ruan

