Rasya terisak ketika mendengar berita yang baru saja disampaikan Dokter. Keino.. Keinonya tak mungkin meninggalkannya. Rasya langsung masuk kedalam ruangan Keino. Melihat tubuh tertutup kain putih Rasya langsung membukanya. Wajah yang sangat ia kenali itu kini tertidur tenang. Rasya menyentuhnya dengan wajah yang terurai airmata. Baru semalam ia dan Keino bercanda. Tapi kabar pagi ini, yang baru saja ia dengar benar-benar membuatnya tak percaya. “Hei.. Sampai kapan mau tidur gini. Bangun dong...” Ucap Rasya berusaha tak terisak. “No... Jangan bikin kakak takut. Kakak bakal beneran marah kalo kayak gini. Kita udah janji kan mau ke taman hiburan lagi. Jangan kayak gini. Buka dong mata kamu.” pinta Rasya lembut. Tak mendapat respon apanpun.. Airmata Rasya mengalir sangat deras. Bahkan k

