Rasya membuka matanya sembari memegangi kepalanya yang pusing. Melihat pemandangan langit langit kamar yang beda. Rasya langsung terbangun. Ia meneliti sekitarnya. Termasuk baju yang di kenakannya. Masih aman. Rasya bersyukur. Ia benar-benar takut tadi. Takut kejadian yang menimpanya 5 tahun lalu. Rasya bangkit kini. Ia berjalan keluar. Ia benar-benar tak tau sekarang ia berada dimana. “Kakak udah bangun?” Rasya berbalik. Ia melihat Keino adiknya memakan Roti di depannya. Yah, Rasya ingat kini. Ia ada di rumah milik Aril. Ah salah. Miliknya. Rumah ini atas namanya. “Kakak lain kali jangan minum Wine gitu.” Tegur Keino. Rasya mendecak melihatnya. Ia lalu mengambil minum dan meminumnya. “Gabriel mana?” Tanya Rasya kini. “Lagi di mandiin tuh sama si Brengsek.” Jawab Keino cuek.

