Fani berteriak, memukul-mukul kaca mobil dengan keras. "BASTIAN, RAFAEL, BUKA PINTUNYA!" "HEIII ... BASTIAAANNN ... RAFAEEEEELLL ...," teriak Fani sekuat tenaga. Dia tidak menyadari di sampingnya ada seorang laki-laki yang langsung menutup telinganya karena teriakan Fani. Laki-laki itu mendesah kasar. "BERISIK!" bentaknya. Fani tersentak, dia menoleh ke samping dan terkejut mendapati Arsen duduk di kemudi sambil menatapnya tajam. Membuat Fani sedikit bergidik ngeri karena takut pada tatapan membunuh Arsen. "L-lo ... lo ngapain di sini?" tanya Fani taku-takut. Arsen mendengus, mengacuhkan pertanyaan Fani. Dia mulai melajukan mobilnya dan perlahan mobil itu berjalan meninggalkan area sekolah. "Arsen, lo nggak budeg, kan? Lo ngapain di sini? Terus lo mau bawa gue kemana?" Berdecak kes

