Nightmare

1555 Kata

Kejadian itu terjadi begitu cepat. Dokter Clara dibantu para suster langsung membawa Fani ke UGD. Mereka menutup dan menekan pergelangan tangan Fani yang teriris dan telah mengeluarkan banyak darah dengan kain, berusaha untuk menghentikan pendarahan. Sementara tubuh Fani mulai mengejang. Sementara itu, Arsen masih berada di ruangan sisa kekacauan dalam diam. Tubuhnya ambruk bertumpu pada kedua lututnya. Ia menatap kosong pada pecahan kaca bernoda darah di ruangan itu. "Arsen." Alvaro menepuk bahu adiknya pelan namun sama sekali tidak digubris. "Arsen," panggilnya sekali lagi. Arsen tetap bergeming. Alvaro menghela napas, ia tau pikiran adiknya sedang kacau. Semua yang terjadi terlalu mengejutkan dan menguras emosi.  "Sen," Kali ini tubuh Arsen bergerak. Ia berdiri tetapi bukan untuk A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN