Jangan Pergi

1311 Kata

Arsen terkejut ketika mendapati Fani sudah berdiri bersidekap di depannya tepat saat dia membuka pintu kamar mandi. Fani menatap Arsen tajam, sama sekali tidak ada keramahan di dalam manik matanya. "Kenapa?" tanya Arsen heran. Fani tetap diam. Matanya menyipit mencoba untuk mengintimidasi Arsen tapi tentu saja hal tersebut tidak berhasil sama sekali. Arsen justru mengernyit lalu menyentuh dahi Fani menggunakan jari telunjuk dan mendorongnya menjauh. "Jauh-jauh dari gue," perintah Arsen. Laki-laki itu segera berjalan ke arah pintu walk in closet. Fani mengacuhkannya. Gadis itu justru tetap mengikuti Arsen di belakangnya, membuat Arsen terkejut sekali lagi saat membalikkan badannya. "Ngapain lo ngikutin gue." Arsen melotot pada Fani sedangkan Fani menatapnya datar dengan bibir mencebik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN