Sinar matahari pagi yang menerobos dari balik jendela kaca, samar-samar membuat seorang gadis yang tengah terlelap menggeliat bangun. Dia mengerjabkan mata beberapa kali untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya. Hampir saja gadis itu berteriak ketika melihat seorang laki-laki yang tidur meringkuk menghadap ke arahnya jika saja dia tidak ingat dengan apa yang terjadi kemarin. Fani meringis, menyadari jika semalam dia ketiduran saat menunggu Arsen. Mungkin efek tubuhnya yang memang sudah sangat lelah mengingat kemarin dia berputar ke seluruh gedung dan ruang kelas untuk mencopot foto-foto memalukan dirinya dengan Arsen yang memang sengaja dipasang oleh empat sekawan itu. Oh, ralat. Atau hanya dua, yaitu Bastian dan Rafael saja karena Fani yakin Gavin sama sekali tidak akan melakukannya dan A

