29. Pemikiran Buntu

1042 Kata

Pagi hari yang cukup cerah, sayang jika untuk dilewati. Tia yang sudah siap untuk bersekolah setelah menikmati hari minggu kemarin bersama sahabat nya walau memalukan diri nya. Ia menuruni tangga dengan senyum manis yang tercetak di wajah nya. "Morning yah, bu, bang" ucap tia, lalu menarik kursi nya dan duduk tepat di samping abang keduanya. "Morning sayang" ucap bubu "Morning" ucap ayah "Morning queen" ucap kedua abang nya. Tia lalu menyendok nasi goreng buatan ibu tersayang nya. "De kemaren lu di cafe X ya" ucap revan, tia yang lagi asik melahap nasi gorengnya membuat nya memberhentikan aktifitasnya sebentar lalu beralih menatap abang kedua nya. Bagaimana ia bisa tahu pikirnya. "Iya, bareng temen gue" ucap tia, revan hanya mengangguk dan ber oh ria. "Eh ko lu tau bang" lanjut tia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN