Kau menuduhku dengan kata-kata yang tak pantas, tetapi kau seakan mengelak kebenaran yang telah nyata adanya. ¤Anara Humairah¤ ~~~~~~~~ Hati mana yang tak sakit ketika mengetahui bahwa cintanya telah didustakan, dan tidak dihargai. Bertahan selama bertahun-tahun dengan menjaga kesetiaan, namun yang didapatkan justru sebuah kepahitan. Ah, menyakitkan. Itulah yang sedang dirasakan Nara. Selama acara syukuran itu, Nara sekuat tenaga menahan air mata supaya tak keluar. Walau wajah sedihnya begitu terlihat. Disaat semua orang sudah tidur, Nara belum tidur. Ia tak bisa tidurm Waktu sudah menunjukkan jam 1 malam. Ia memutuskan untuk ke dapur, walau berjalan di kegelapan sekalipun. Karena memang ia tak menghidupkan lampu yang akan membuat penghuni rumah ini bertanya-tanya. Ia memilih duduk di

