Aku selalu sabar, hanya saja bukan berarti kamu bisa melakukan apapun seenaknya hanya karena sikap sabarku terhadapmu. ~~~~~~~~~ Mobil berhenti tepat di depan rumah Nara. Nara hendak turun, namun sebuah tangan menariknya hingga ia jatuh ke dalam pelukan Gio. Nara mendorong Gio. Gio kembali mnecekal kedua pergelangan tangan Nara. Nara semakin memberontak. "Bicarakan baik-baik disini, gue tunggu diluar," ujar Deden. Gio mengangguk. Deden memang teman yang sangat pengertian. "Gio, lepas," pinta Nara. Gio hanya diam, memandang wajah Nara. Mendekatkan wajahnya ke Nara. Mendekatkan keningnya supaya menempel di kening Nara. Nara menatap tajam kedua mata Gio. Ia tak pernah sedekat ini dengan lelaki. Walau sekalipun Gio, calon suaminya sendiri. "Nara, maafin aku," ujar Gio. Nara menghela

