Bab 12

1064 Kata

Kadang kita menyesal, ingin berubah dan memohon ampun kepadanya. Namun semua itu hanya kita jalani sekali saja. Karena iman kita terlalu mudah goyah hanya demi kenikmatan fana dunia.    Bibir ini gemetar. Kedua kakiku sudah terasa lemas. Berlari-lari dari parkiran motor rumah sakit menuju ruangan tindakan di mana Zia tengah berjuang dalam kesakitannya. Sungguh aku begitu menyesal baru mengetahuinya sore ini. Aku yang terlalu sibuk mengendarai motor seharian ini, benar-benar tidak memperdulikan notifikasi ponselku yang lainnya. Di mana ibu sudah berulang kali menghubungiku, tetapi terabaikan olehku. "Faza," teriak Jek saat hampir saja tubuhku terjatuh karena menabrak orang lain. "Maaf," ucapku pelan pada orang yang baru saja kutabrak. Tetesan air mata di kedua pipiku ini membuat orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN