Tanpa sadar ketulusan dari seseorang sering kali menyapa kita. Namun saja yang menolak, dan memilih untuk melihat ke arah lainnya. Padahal rasa sakit masih terasa di tubuhku setelah pengecekan terakhir baru saja selesai dilakukan. Aku yang berniat ingin beristirahat malah menjadi penasaran mendengar keributan di depan kamar rawatku. Perlahan-lahan aku turun. Berjalan merambat untuk melihat apa yang terjadi. Lalu saat tahu siapa yang sedang berkelahi, entah kenapa bibirku malah membisu. Aku tak mampu bersuara. Melihatnya saja aku ketakutan. Otakku terus saja menyalahkan hatiku karena rasanya hati inilah yang menjadi penyebab keributan antara dua laki-laki ini. Aku bingung harus melakukan apa untuk memisahkan mereka berdua. Tubuhku masih terlalu lemas. Dan bibirku terkatup rapat deng

