Jika diibaratkan, cinta itu mirip sekali dengan bunga. Ketika kau belum memilikinya, dia terlihat indah. Mekar dan seakan memintamu untuk memetiknya. Namun saat kau telah memilikinya, kau tidak mampu menjaganya. Karena bunga yang telah kau petik suatu saat pasti akan layu. Setelah pembicaraan antara aku dan pak Firman tadi, aku semakin merasa tidak enak karena kini telah mengetahui bagaimana perasaan yang dia rasakan. Setiap kali ia mendatangiku, aku berpura-pura sibuk agar tidak berlama-lama bertatap muka dengannya. Karena aku bukanlah dia. Yang bisa seprofesional itu menyembunyikan segala macam perasaannya di depan semua orang hingga orang yang bertemu dengannya tidak sedikitpun mengetahui seberapa rapuh ia kini. Ketika aku bersiap akan pulang dan memulai aktifitas lain sebagai dr

