Tapi tidak semudah itu. Aku mengekor di belakang mereka. Tentu mereka tahu aku melakukannya, tapi mereka bersikap seakan tidak. Kulirik William yang menatapku dari balik punggung Evelyn. Pipi gembulnya bergerak naik turun seiring dengan langkah Evelyn. Aku tersenyum padanya, dan dia membalas senyumanku. Tuhan! Apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan dua malaikat ini ke dalam pelukanku? Awalnya aku tidak mengerti saat tangan William terulur ke arahku. Apa yang ingin disampaikan oleh anak berumur tiga tahun ini? Tapi aku gapai juga ulurannya, dan menggenggam tangannya erat sambil mengelus-elusnya. Kulit putihnya dingin dan benar-benar halus. Aku tidak tahu apakah aku bisa melepasnya nanti. Rambutnya sedikit panjang hingga menutupi dahinya, berwarna cokelat sama sepertiku, atau seperti
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


