Abian tengah sibuk di kantornya ada beberapa proyek yang akan dia kerjakan lagi bersama dengan beberapa perusahaan termasuk bersama Gajendra Corp. Membolak balikan kertas yang berada di atas mejanya, membaca, memahami, agar tidak ada kesalahan ke depannya nanti. "Sayang!" Ucap seorang wanita begitu memasuki ruangan Bian membuat Bian yang tengah serius bekerja mendonggakkan kepalanya menatap ke arah si wanita. Tangan Bian terkepal, rahangnya mengeras menahan rasa emosi yang akan meledak, tidak ada lagi tatapan penuh kelembutan dan juga penuh cinta yang selalu pria itu tunjukan. Wanita itu berjalan mendekati Bian, ingin memeluk lalu mendarat kan satu ciuman di pipinya namun dengan buru-buru Bian tepis. Membuat si wanita mengkerut kan keningnya dengan wajah memberengut berharap Bian akan l

