Setelah menelpon Putri, Adel masih nyaman berada di depan rumah udara pagi yang masih sejuk dan suasana yang membuat hati menjadi tenang, menutup mata sejenak, menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan tenang sekali rasa nya. Elusan lembut pada bahu, Adel rasakan membuat matanya terbuka terbitlah senyuman di wajahnya. "Mama, Shafa" ucap Adel begitu melihat sosok Suci berada di samping tubuhnya. "Aku berangkat ya Ma, Mba!" Pamit Shafa seraya menyalimi tangan sang Mama dan kakak ipar. "Hati-hati, Shaf!" Ucap Suci "Iya Ma, Assalamualaikum" "Waalaikumsalam!" Jawab Suci dan Adel. Setelah Shafa sudah tidak terlihat, Suci mendudukan dirinya di kursi samping kiri Adel tatapan nya menatap lurus ke depan melihat tanaman hijau serta bunga-bunga cantik yang masih segar t

