Bian segera masuk ke ruangan Adel dengan air mata yang menetes, tersenyum kepada sang istri lalu memeluknya membuat Adel tersenyum di balik pelukan Bian. Bian melepas pelukan nya lalu menangkup wajah cantik sang istri menyatukan kedua kening mereka dengan air mata Bian yang masih menetes membasahi kedua pipinya. Pintu terbuka menapilkan Roy, Suci dan juga Shafa, betapa bahagia nya Suci dan Roy begitu mendengar bahwa Adel sedang mengandung keturunan Wijaya. Suci meneteskan air mata haru nya karena sebentar lagi mereka kan mendengar tangisan bayi. Sama hal nya dengan Suci, Roy pun meneteskan air mata haru nya karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang kakek, dan pikirannya langsung tertuju pada Simon, sahabatnya yang tak lain adalah besan Roy, Papa dari Adel. Andai kamu masih di s

