Hai..hai..hai..
Para readers MPAA, terima kasih masih setia sama ErenKaaa..
Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena akan ada short video MPAA.
Happy reading...
~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~
Mama Airin sangat antusias dengan putrinya itu, mendengar dia mengikuti pencalonan Ketua OSIS sungguh didukungnya seratus persen.
~
~
Setelah bel pulang sekolah Abel dan rombongan meluncur menuju rumah Airin, Abel mampir kerumahnya guna mengganti baju sebentar dan membawakan beberapa pakaian untuk sahabatnya.
BG membelokan motornya kerumah Abel, sedangkan rombongan lainnya sudah meluncur dirumah Airin.
Setelah menunggu sekitar 20 menit nampak Abel turun dari lantai atas rumahnya dengan stelan kaos tie die warna peach dengan celana kulot santai. Terlihat segar seperti buah blewah.
"Yuk berangkat."ajak Abel pada BG dan keluar dari rumah Abel.
Setibanya dirumah Airin sudah banyak tamu yang datang, karena selain dari Abel, BG dan teman-temannya ternyata Airin mengundang beberapa teman sekelasnya yang mau datang kerumahnya.
Mereka disambut oleh mama Airin, Abel pun segera berhampur memeluk tetangganya itu. Sedangkan BG pun juga salim kepadanya lalu mereka bergabung dengan yang lainnya di halaman rumah Airin.
"Abellll, lama gak ketemu nihh yuk.yuk masuk ajak temannya kedalam yah."
"Iyaa tante."
"Ini dia yang ditunggu-tunggu baru nyampek, padahal rumahnya depan gang doang." celetuk Kevin.
"Iyaa deh sori, nih guys aku bawain baju." jawab Abel.
Para sahabat Abel menerima paperbag lalu ganti baju ke kamar mandi milik Airin, 15 menit kemudian sudah bergabung kembali ke halaman.
"Bell udah ketemu kak Azzam, daritadi dicariin tuh lama gak ketemu, kangen katanya."celetuk Airin, sedangkan BG yang mendengar jelas ucapan Airin memandang tajam pada Abel.
Abel yang merasa diperhatikan pun senyum singkat padanya.
"Belum Ai, kan baru sampai."
"Iyaa, gaes silahkan dinikmati yahh jangan sungkan mama gue udah nyiapin banyak makanan buat kalian."
"Wahh, siap Ai."
"Mantulss tuh."
"Jangan khawatir ada pasukan penghabisan ini."
Mereka bersenda gurau sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan. Rencananya juga akan diadakan barbeque nanti sore bagi yang ingin mau.
"Ai Abel mana, gak nampak batang hidungnya."teriak seseorang menggelegar.
"Astaga nggak usah teriak-teriak kayak dihutan aja, tuh digazebo anaknya."jawab Airin sambil menunjukan kearah Abel, Abel yang mendengar suara yang sudah dikenalinya itu menoleh.
"Hai kak."sapa Abel pada kakak Airin, tiba-tiba kakak Airin merengkuh gadis imut itu.
"Kakak kangennn banget sama adik kakak yang satu ini."ucap Azzam, seolah lupa jika banyak pasang mata yang memandang mereka.
"Ekhemmmm..aduhh gorokan gue kering nihh."ceplos Kevin
"Keselek taki kucing loe Vin."
"Kode-kode bau terbakar inihh."
Abel dengar dengan celetukan-celetukan itu, lalu mengkode kakak Airin jika banyak tamu.
"Ahh iyaa ada tamu, ayoo dimakan di dalam masih ada tuh."seloroh Azzam.
"Kakak balik ke kampus dulu ya Bell ada kuliah malam, kenapa sekarang jarang main hemmb."lanjut Azzam sambil memencet hidung Abel.
"Nihhh sibuk bantuin adeknya kak Azzam."jawab Abel, lalu Azzam meninggalkan mereka setelah berpamitan.
Abel menoleh kearah BG, berniat menjelaskan tontonan gratis tadi.
"Enggak marah kan." tanya Abel pada BG, karena responnya biasa terpaksa dia menjelaskannya.
"Kak Azzam it kayak saudara sama aku, karena orang tua Airin sama Kak Azzam masih ada sepupuan dengan bunda, masak cemburu sama saudaraku."lanjut Abel sedikit menggoda, lalu ia melirik ke arah BG nampak wajahnya sudah sedikit berubah tak semasam tadi.
Sempat mencemburui sosok kakak Airin, kini BG sudah mulai membaur lagi.
"Ai, Abel suruh bakar nihh bahannya." teriak mama Airin, lalu memberikan bahan barbeque pada Abel.
"Hemmb pantes anak lakinya tukang teriak-teriak kek tarzan orang turunan emaknya." celetuk Airin lirih.
"Lahh elo turunan sapa kalau cuma kak Azzam yang nurun emak loe."sahut Metta.
"Yang jelas gue bukan tukang teriak-teriak."jawab Airin.
"Kan emak loe kerjasama sama bokap loe, jadi masih bisa ada kemungkinan elo suka teriak kayak toa."potong Dekka.
"Yaudah sihh pasti ada lah sekian persennya tukang teriak, orang ada darah emak loe ngalir."ceplos Kevin.
"Iyain ajah biar cepet."
Saking asyiknya barbequean sampai tak terasa awan sudah mulai gelap. Rencananya Abel dan ketiga sahabatnya akan menginap dirumah Airin karena besok hari minggu.
Sedangkan teman sekelas Airin sudah pulang sebelum acara barbeque dimulai.
Mereka sudah sepakat besok akan ke alun-alun untuk mengikuti CFD.
Para ciwi-ciwi akan menuju lokasi bersama Airin naik mobil, sedangkan cowoknya langsung menuju lokasi, dan bertemu disana.
"Nihh udah mateng."ucap Abel pada BG sambil menyerahkan beberapa tusuk makanan yang sudah digrill.
"Hembb, makasih yahh."
"Masih cemberut aja nihh."
"enggak kok."
"hemm, mana itu muka masih masam."
"Godain terus aku beneran ngambek yahh."ancam BG.
"Oooww jadi mintak digodain nihh."
"Enggak beneran kok."
"Tapi Ai beneran masih saudara kan."
"Astaga..tuhh kan masih ada rasa cemburu. Iyaa beneran, coba ingat - ingat wajah bunda sama mama Airin hampir mirip kan. Dengar yah sayangkuuuhh, nggak mungkin aku mau dipeluk-peluk kalau bukan orang yang dikenal, dan gak sembarangan cowok kan."jelas Abel, BG mengangguk dan tersenyum.
Untung mereka lagi duduk berdua saja, jadi gak akan ada yang dengar ucapan Abel tadi.
"Bilang sayang lagi dong, masih ada yang ganjel nih."
"Iyaas sayang cu..kok jadi manja gini, aduh..aduh adek keciilll." celetuk Abel menggoda BG.
"Pada mojok dimari dah, dicariin juga."
"Iyaa nihh bujukin adek kecil lagi ngambek."sahut Abel.
"Segala ngambek sih loe bos, kan udah jelas kalau saudaranya Abel, ga mungkin digebet juga elahhh, ambekannn."ceplos Kevin.
"Biarin wleeee."
Malam semakin larut setelah isya, para cowok sudah pulang. Mengingat besok mereka akan ada kegiatan olah raga bersama.
Kedatangan tamu Abel dan sahabat - sahabatnya membuat rumah Airin tak sesunyi seperti biasanya. Bahkan mama Airin senang bukan main dan mengijinkan mereka untuk menginap.
Menghadapi proses pemilihan 2 hari lagi, membuat Airin semakin gelisah.
"Kalau kalah beneran gapapa kan gaes." tanya Airin.
"Kalah menang gak masalah, tandanya belum rejeki, berarti usahanya perlu ditingkatin lagi." jawab Abel.
"Walaupun gak menang, kamu tetap pemenang dihati kami."Sahut Dekka, Abel dan yang lainnya mengangguki.
Malam larut kelima gadis itu sudah terlelap, tak mau mengganngu tetangga dengan mengobroldan tertawa bersama.
~
~
~
Usaha tidak akan menghianati hasil, jika belum berhasil tandanya butuh kerja keras lagi.
Airin Hatta.