Mereka berempat menikmati sarapan pagi dengan lahapnya, terkecuali Kris yang tampak gelisah. Sepertinya, kris galau gara-gara memikirkan kekasihnya. “Duh, kasihan. Babang Kris jadi galau, karena pengen calon istri tambah cantik kok malah disuruh ke salon mantan pacar. Mana salonnya hadiah putus lagi, bakalan seru nih si Babang Kris harus ekstra merayu. Kita ikutan nimbrung nyalon, yuk.” Dengan bercanda Alan menyindir Kris. “Mau, ikutan nyalon Mas, atau mau modus lihat yang bening-bening.” Dodi ikutan menimpali. “Dua-duanya, betewe. Salonnya mantan Babang Kris bisa buat cowok gak, ya?, atau khususan buat Babang Kris aja?” Bayu ikutan menimpali. “Aku pengen nyalon juga nih, kulit Aku sudah kusam perlu luluran, pedicure dan manicure. Ada pijat plus-plusnya, gak di salon itu. Siapa tah

