OBROLAN SANTAI KRIS dan SARAH

1038 Kata

Ucapan ibunya yang tetap menuntut dirinya untuk menikah dengan Gladys membuat Kris tidak nyaman. “Pak, Ibu tidak asyik, ya. Tidak Sayang anak satu-satunya. Anaknya tidak suka malah dipaksa-paksa terus, Kris kembali ke kantor saja, takut khilaf.” Kris bangun dari duduknya dan diambilnya punggung tangan ibunya dan diciumnya, begitu juga dengan bapaknya, Kris melakukan hal yang sama. “Bapak jangan khawatir, ya. Teman Kris ada yang ibunya menjanda, nanti akan Kris telpon biar ketemuan sama Bapak, siapa tahu cocok.” Sambil berjalan Kris masih saja menggoda ibunya. “Terserah Kamu, saja Kris. Kalau Kamu memberi Bapak lampu hijau untuk menikah Bapak senang sekali.” Bapak Kris mengikuti candaan sang putra dan mendapatkan balasan cubitan di pinggang dari istrinya. Kris menuju ke bagian samping r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN