41. Memories

1747 Kata

Aly dan Bima masih mengobrol di balkon kamar Aly yang sering mereka jadikan tempat nongkrong saat SMA dulu. Sebenarnya, Aly malas pulang kalau tidak Bima memaksanya dengan alasan rindu dengan tempat itu. Belum lagi, saat pria berkulit tan itu datang ke rumahnya, langsung melakukan drama dengan Sheila. "Lo masih kuat banget ngerokok?" tanya Aly yang hanya menghabisakan dua batang rokok malam itu. "Masih. Lo kok bisa sih cuma pas pusing doang?" "Bisa, lah." "Berarti, gue pusing tiap hari gak sih?" kekeh Bima yang kembali menghidupkan batang candu keenamnya. Aly hanya tertawa sebelum membuka kaleng sodanya. Kalau ia pikir-pikir, waktu memang berjalan begitu cepat sampai hari ini. Ia ingat, dulu sering sekali menjadikan tempat ini pelarian saat malas sekolah dan tidak ada orang tuanya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN