Kalau boleh Alyandra katakan, wajah Nindy jauh lebih cerah dari biasanya sejak kepindahannya. Ya, memang bukan masalah baginya, mungkin Aly memang sebaik itu. Bahkan, Nindy berjanji akan mentraktir makan siang Alyandra selama seminggu. Tentu saja, Alyandra tidak menolak kebaikan temannya itu. "Selamat pagi, Al." "Nin, kita berangkat bareng, lho. Kenapa malah nyapa gue lagi, sih?" "Gak apa-apa. Mumpung gue lagi seneng." Lama-lama, mengerikan juga melihat Nindy yang seperti itu. Tetapi, poin pentingnya memang ia kini ada teman berangkat dan pulang bekerja. Lalu, tidak ada lagi Aly yang membuntutinya. "Al, katanya mau ngajak gue ke Bandung. Kapan?" "Belum gajian, Nin. Nanti aja, deh. Atau kalau ada tanggal merah yang merangkap sama weekend. Biar santai." Nindy hanya mengangguk meski g

