Zara yang berada di dalam gudang merasa sangat kepanasan apalagi di sana merupakan ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara. Bulir demi bulir keringat membasahi tubuhnya. Mata Zara terus memandangi suasana di luar gudang dari lubang pintu. Hati Zara terasa gusar. Ada rasa rindu tapi juga ada sesuatu yang menahannya supaya tidak bertemu Yudha. "Daddy, aku merindukan kamu tapi aku tidak mau menjadi sugar baby kamu maupun pelakor," gumam Zara. Mata Zara terus memandangi gerak-gerik Yudha yang terus berkeliling di dapur kafe. Zara seketika tersentak kaget saat Yudha tiba-tiba berhenti di depan pintu gudang. Buru-buru Zara langsung masuk semakin dalam gudang itu. *** Yudha memandangi pintu coklat yang berada di hadapannya. "Oh iya, saya belum melihat ruangan ini," kata Yudha. "Maaf, Tuan. an

