Coffee

1024 Kata

Arabella melingkarkan tangannya ke leher Theo. "Daddy, jangan pernah tinggalin aku. Ara butuh Daddy," mohon Arabella sambil menghirup aroma tubuh Theo yang begitu memabukkan baginya. "Daddy tidak akan pernah meninggalkan kamu asal kamu selalu menuruti perkataan Daddy," balas Theo. "Tapi Ara butuh masa depan yang bagus, Daddy," kata Arabella. "Daddy akan memberikan itu semua, yang terpenting kamu lulus dulu, oke?" balas Theo sambil membelai punggung mulus Arabella. "Oke, Daddy," kata Arabella. Ctak Theo membuka kaitan yang menutupi bukit kembar Arabella membuat bukit yang sangat indah itu terlihat. Arabella melepaskan pelukannya pada Theo lalu duduk di hadapan Theo. "Tubuhmu, jiwamu dan hatimu semuanya milik Daddy," bisik Theo sambil bibirnya menjilati puncak bukit Arabella. "Uhh, D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN