Tring tring Tiba-tiba ponsel Theo berbunyi membuat mata mereka berdua teralihkan pada ponsel Theo yang berada di atas meja. "Hahaha, Pa, angkat saja telepon itu," kata Cantika. Theo mengambil ponsel itu. Dia melihat Ara yang menelepon menaruh kembali ponsel itu di atas meja. Theo tersenyum ke arah Cantika yang tubuhnya mengkilap gara-gara keringat. "Kenapa tidak diangkat, Pa?" tanya Cantika. "Sudah, biarkan saja anak itu. Palingan dia mau minta izin kalau hari ini dia enggak balik ke sini lagi," jawab Theo. "Theo, kamu harus menjaga sugar babymu itu. Dia masih muda dan membutuhkan perhatian kamu," kata Cantika. "Dia itu cuma pemuas nafsuku saja, Cantika, enggak lebih. Dia membutuhkan aku hanya demi uang untuk kuliahnya," balas Theo sambil tertawa geli. "Hmm, berarti Ara boleh dong

