Theo sedikit lagi akan mengalami pelepasannya. Dia membalikan tubuh Arabella hingga terlentang di atas ranjang. Theo mengangkat kaki Arabella lalu menghentakkan milik dia masuk memenuhi milik Arabella yang sudah sangat basah. "Arghh! Daddy, ampun!" teriak Arabella merasakan sakit sekaligus nikmat saat Theo mulai bergerak. Theo memompa miliknya di dalam sana dengan tempo lambat dan terkadang cepat. "Kamu selalu nikmat, Baby!" teriak Theo mengeluarkan pelepasannya di rahim Arabella. "Daddy, stop. Jangan keluar di dalam. Ara masih masa subur," pinta Arabella merasakan hangat di dalam miliknya. "Kamu nanti minum obat pencegah kehamilan, Baby," balas Theo menyemburkan cairan cintanya hingga keluar dari milik Arabella karena tidak tertampung lagi. Theo tersenyum menatap Arabella yang sela

