“Mama kamu udah baikan berarti?” tanya Alice penasaran. Saat ini ia sedang berada di salah satu sudut kafetaria bersama Andra dan keponakannya, Angela. Gadis cilik itu tengah sibuk memindahkan es krim dari dalam cup menuju perut kecilnya. Sesekali Alice harus membersihkan sudut-sudut bibir Angela yang belepotan dan membuat putri kecil kakaknya itu tertawa. “Berangsur baik,” jawab Andra sambil memainkan sedotan es kopinya. “Kalau terus stabil, mungkin besok atau paling lambat lusa sudah bisa pulang.” “Oh, syukurlah,” gumam Alice lega. “Mungkin selama beberapa minggu aku gak akan bisa kembali ke apartemen. Papa sama Mama pasti bakalan makin ketat ngawasinya,” keluh Andra sambil memijit pangkal hidungnya. “Apa hal seperti ini sering terjadi?” tanya Alice sendu. “Kalau yang kamu maksud a

