Matahari masih bersinar terik saat Andra sampai di mansionnya. Kehadiran pria itu yang tidak seperti biasanya membuat mama dan istrinya yang sedang menyiapkan barang-barang Danisha di ruang tengah pun terkejut. Danisha bahkan sampai melompat kegirangan serta berlari mendekati sang suami yang masuk ke dalam rumah terburu-buru. “Mas, kamu beneran pulang lebih awal? Aku seneng banget kamu mau dengerin aku, apalagi ini hari terakhir aku disini sebelum berangkat ke New York,” sambut Danisha seraya meraih lengan Andra. Seperti biasa, pria itu selalu memiliki cara untuk menepis dan sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan sang istri. Ia terus berjalan menuju tangga yang menghubungkan dengan lantai dua tanpa menanggapi ucapan Danisha yang terdengar manja. “Syukur deh kamu udah pulang, Le. Jadi n

