SF 18

1534 Kata

Malam ini angin berhembus semilir, mengalirkan udara dingin khas dataran tinggi. Gelapnya langit malam serta minimnya polusi cahaya membuat kelip bintang diatas sana tampak dari tempat dimana Andra kini berpijak. Sudah sejak beberapa menit yang lalu ia menatap kosong kearah langit dan tak mempedulikan rambut halus yang menutupi kulitnya berdiri. Suasana yang senyap dan jauh dari hiruk pikuk kota secara perlahan mampu menurunkan tensi emosi dalam dirinya yang sempat meluap beberapa jam yang lalu. Atensi Andra teralihkan saat uluran sebuah gelas berisi cairan dengan asap mengepul menghampirinya. Disampingnya berdiri Alice yang tersenyum cerah dan memintanya untuk menerima cangkir berisi coklat panas ditangannya. “Bagaimana perasaanmu?” tanya Alice kemudian. “Lebih baik,” jawab Andra diiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN