Bab 15 - Sensi

1570 Kata

Bisma dan Cassie terdiam di ruangan itu, hanya dirinya berdua dengan perempuan muda yang sudah menjadi istrinya, cukup sukses membuat Bisma gugup. Ia mencari cara agar keberadaannya di ruangan ini tidak membuatnya salah tingkah, persetan dengan Cassie. Bukankah gadis itu yang meminta dirinya tetap di sana menemaninya? Sampai kapan? Bisma pun tak tahu. “cas, saya keluar sebentar buat beli makanan. Gak lama. Kamu harus minum obat lagi,” ujar Bisma yang kemudian hendak bangkit. Namun, Cassie memaksakan diri untuk ikut turun dari ranjangnya bersamaan dengan Bisma. “Aku juga ikut, Mas. Aku gak mau ditinggal sendirian di rumah.” “Kamu masih sakit.” Bisma sekali lagi memegang kening Cassie. “Tuh lihat. Kamu masih demam. Saya ajak ke dokter juga gak mau.” “Gak mau tahu, pokoknya aku ikut.” Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN